Rabu, 19 Oktober 2011
Kunjungan Spesial
Desainernya dan konstruktornyapun datang. Semangat para Takmir sedemikian membuncah. Selepas ashar kehadirannya sudah ditunggu. Ya sore kemarin menjadi hari spesial buat Musholla Al Hikmah.
Selanjutnya......
Kamis, 18 Agustus 2011
Seabad Lebih, Masjid Jami' Ismail Masih Kokoh
Setelah satu abad lebih, Masjid Jami’ Ismail masih tetap kokoh berdiri. Di daerah yang masih kelihatan perawan, Masjid Tua ini berdiam. Tepatnya di Desa Jamus Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak. Mengalami berbagai hiasan sejarah terhadap perkembangan dunia pendidikan Islam khususnya di desa Jamus dan sekitarnya. Berbatasan dengan wilayah administrative Semarang, menjadikan Jamus oleh warga Semarang bagian timur sebagai wilayah yang tidak asing. Area belakang Masjid, terdapat kompleks makam Keluarga Bani Ismail.
Adalah KH Ismail seorang tokoh Islam di dukuh yang terkenal dengan sebutan Godo, pendiri Masjid tersebut. Meski sejarah tidak mencatat rekam jejak beliau, namun menurut para sepuh di lingkungan sekitar, Simbah KH Ismail (demikian masyarakat biasa menyebutnya) merupakan salah satu guru dari KH Sholeh Darat (Bergota, Semarang). Seperti kita tahu bahwa konon Mbah Sholeh (KH Sholeh Darat) pernah tidak boleh pulang di Mekkah Arab Saudi. Dikarenakan beliau sangat dibutuhkan keilmuannya disana. Oleh Simbah KH Ismail kemudian diajak pulang sehingga menetap di Kampung Darat Semarang. Dan sejak itulah terkenal dengan panggilan Mbah Sholeh Darat.
Pada prasasti yang bertuliskan tahun Masehi 1873, Masjid Jami’ Ismail didirikan. Namun sebenarnya syiar Islam sudah mulai menggema di desa Jamus, jauh sebelum adanya Masjid tersebut. Menurut penuturan salah satu keturunan Mbah KH Ismail, dahulu masjid itu sebenarnya Musholla (surau). Untuk ibadah sholat jum’at saja, Simbah dan para santri harus ke Masjid Besar Kauman Semarang. Demikian tuturnya.
Hingga saat ini kepengurusan Masjid ini masih berlanjut, bangunan Masjid pun sudah banyak mengalami perubahan. Akan tetapi berbagai assesoris seperti ukiran-ukiran masih asli dan hanya mendapat sentuhan pewarnaan. Beberapa waktu yang lalu Bupati Demak, H. Tafta Zani beserta rombongan menyempatkan bersilaturrahim ke Masjid ini. Tepatnya tanggal 15 Juli 2011 bertepatan dengan hari Jum’at. Bersama warga jamaah Masjid, Bapak Bupati beranjangsana dan berdialog untuk menambah hubungan Pemimpin dan Rakyatnya agar lebih harmonis. Pada acara tersebut sebagian besar keluarga besar Bani Ismail (sebutan keturunan Mbah KH Ismail) juga hadir, beserta Lurah Desa dan Jajarannya.
Sumber Photo: FB Masjid Jami' Ismail
Sumber Photo: FB Masjid Jami' Ismail
Jumat, 29 Juli 2011
Pembuatan Atap Musholla
Warga RT 10 Karang sambung desa Jamus begitu bersemangat. Maklum waktu yang dinanti segera tiba. Pemasangan suri-suri (papan penyangga beton)telah selesai dikerjakan.
Malam belumlah larut, saat itu kira-kira pukul 19.30 WIB. Suara gemuruh mobil penyalur cor beton tiba. Tak ayal seluruh warga yang mendengar langsung berhamburan keluar demi melihat benda apa yang bersuara asing tersebut.Anak-anak, remaja serta para orang tua pun memadati area pengerjaan pembangunan Musholla.
Tetapi sebenarnya tidak semata-mata itu saja, mereka hadir karena diminta oleh pengurus musholla dan Ketua RT setempat untuk berdoa dan memberikan motivasi pengecoran atap Musholla tersebut. Tepat jam 21.05 WIB molen mobil yang membawa material betonpun tiba. berselang satu jam pekerjaan yang dibantu alat berat telah selesai. Hanya tinggal menambah sedikit material tambahan untuk meratakannya.
Tanggal 27 Juli 2011 pembuatan atap musholla terlaksana. Mudah-mudahan dengan dukungan Moral, Tenaga dan Dana dari warga setempat dan sekitarnya serta donasi dari kaum Muslimin dimanapun berada akan terus menjadi kemudahan pengerjaan Rumah Allah ini. Teriring doa Jazakumullahu Khairan Jaza'a. Amiin.
Selanjutnya......
Malam belumlah larut, saat itu kira-kira pukul 19.30 WIB. Suara gemuruh mobil penyalur cor beton tiba. Tak ayal seluruh warga yang mendengar langsung berhamburan keluar demi melihat benda apa yang bersuara asing tersebut.Anak-anak, remaja serta para orang tua pun memadati area pengerjaan pembangunan Musholla.
Tetapi sebenarnya tidak semata-mata itu saja, mereka hadir karena diminta oleh pengurus musholla dan Ketua RT setempat untuk berdoa dan memberikan motivasi pengecoran atap Musholla tersebut. Tepat jam 21.05 WIB molen mobil yang membawa material betonpun tiba. berselang satu jam pekerjaan yang dibantu alat berat telah selesai. Hanya tinggal menambah sedikit material tambahan untuk meratakannya.
Tanggal 27 Juli 2011 pembuatan atap musholla terlaksana. Mudah-mudahan dengan dukungan Moral, Tenaga dan Dana dari warga setempat dan sekitarnya serta donasi dari kaum Muslimin dimanapun berada akan terus menjadi kemudahan pengerjaan Rumah Allah ini. Teriring doa Jazakumullahu Khairan Jaza'a. Amiin.
Selasa, 14 Juni 2011
Rasa Syukur dan Semangat
Alhamdulillah 'ala nikmatillah, asshalatu wassalamu 'ala sayyidil mursaliin, wa alihi wasohbihi ajma'iin, wa ba'du: Yaa..Allah Yang Maha Pemurah hanya kepada-Mu kami beriman dan beribadah, karena-Mu kami saling bantu tolong menolong, Sungguh Tiada Tuhan melainkan Engkau dan Muhammad SAW adalah Utusan Engkau yang terakhir.
Tempat ibadah yang kami sebut dengan Baitullah sedang kami kerjakan, semoga amal kami dan para saudara kami Engkau Ridloi, Engkau jadikan amal sholih yang jaariyah Yaa..Rabb, semoga Engkau jadikan berkah usaha, hasil beserta perawatannya, bermanfaat dhahir dan bathinnya, bagi kami semua, Amiin.
Dengan penuh syukur kami persembahkan upaya kami semoga Engkau terus menambah nikmat atas kami, dan jadikan pula kami golongan orang-orang yang terus dan senantiasa bersyukur, kami tak akan mampu menerima cobaan atas kekufuran, dari itu jauhkanlah Yaa..Allah, tunjukkanlah kami selalu pada Jalan Kebenaran.
Dengan Mengucapkan Bismillahirrahmaanirrahiim, pada tanggal 2 Juni 2011/29 Jumadil Akhir 1432 H Pembangunan Musholla Al Hikmah Tahap Pertama telah dimulai. InsyaAllah sampai tahap Finishing nanti akan menelan Biaya kurang lebih 300 juta rupiah, dalam waktu kurang lebih 2 tahun. download proposal
Minggu, 02 November 2008
Berdakwah dengan Sepeda Motor (Ustadz Awi Chengho Keliling Indonesia)
DEMAK - Semangat Ustadz Awi Chengho (Chou Cin Wie) (45) dalam berdakwah patut diacungi jempol. Mualaf yang masuk Islam akhir tahun 2000 itu melakukan perjalanan dakwah keliling Indonesia dengan menggunakan sepeda motor. Apa yang mendorongnya melakukan hal tersebut? ’’Saya perlu meluruskan pemahaman umat Islam, karena saat ini banyak aliran sesat,’’ katanya usai menyampaikan ceramah keagamaan di serambi Masjid Agung Demak, kemarin.
Menurutnya, saat ini banyak paham yang menyesatkan. Bahkan bentuk pelemahan agama itu dikemas secara apik melalui media massa seperti lewat film-film kartun di televisi.
Ia singgah ke masjid peninggalan walisongo karena kehujanan dalam perjalanan dari Kudus ke Semarang. Oleh takmir masjid dia diminta menyampaikan ceramah keagamaan seusai kuliah Subuh. Sebagian besar peserta pengajian adalah siswa MTs NU yang lokasinya bersebelahan dengan masjid bersejarah tersebut.
Ia menyampaikan perjalanan hidupnya hingga menjadi mualaf. Sejak tahun 1995, suami Nur Baeti ini yang bekerja sebagai penterjemah bahasa Jepang banyak membaca buku-buku sejarah. Perjalanan sejarah ternyata mengusik dirinya untuk tahu lebih banyak, termasuk soal sejarah sun go kong yang disebutkan guru tong san chong tahun 1618 masehi melakukan perjalanan ke arah barat mencari kitab suci.
Dari Mimpi
Sejarah ini dia cermati secara seksama. Ia pun berpikir kitab apa yang dicarinya, dan daerah manakah yang disebutkan barat itu. Jawaban baru ia temukan ketika mempelajari sejarah Islam, bahwa kitab suci Alquran diturunkan di Makah dan Madinah pada tahun 616 masehi hingga 630 masehi. ’’Jadi saya berpikir kemungkinan besar kitab yang dimaksudkan adalah Alquran,’’ ujarnya bercerita.
Apalagi dalam sebuah hadits disebutkan carilah ilmu walau ke negeri cina. Hadits itu menunjukkan ada sesuatu yang erat hubungannya antara Islam dan Cina. ’’Dan ternyata Imam Bughori itu berasal dari negeri Cina,’’ imbuh ketua Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PIDI) cabang Medan.
Masuknya ia ke Islam bermula dari mimpi. Dalam mimpinya, ia yang saat itu nonmuslim tiba-tiba berada di samping kakbah sedang thawaf. Tujuh kali memutari kakbah, pintu kakbah terbuka hingga mengantarkannya masuk ke dalam.
Di ruangan itu terdapat air mengalir yang mengguyur seluruh tubuhnya seakan membersihkan dari segala kotoran yang melekat. Kemudian datang dua pria dengan wajah bersinar yang dikenalkan sebagai nabi dan rasul. ’’Belum ada pembicaraan saya terbangun dari tidur. Beberapa hari setelah itu saya dan istri masuk Islam di masjid Mu’tadiin Medan.
Selain mengurai perjalanan hidupnya, ia menjelaskan tentang ajaran Islam dan tugas umat dalam menjalankan perintah agama yang rahmatan lil alamin. Baginya umat Islam adalah umat yang paling beruntung. Karena ia menganut agama yang akan memberi keselamatan. Saat ini, Islamlah satu-satunya agama yang konsisten memegang ke-Esa-an Tuhan.
Awi Chengho menuturkan, sejak tahun 2005 dirinya mulai melakukan perjalanan dakwah ke daerah-daerah dengan menggunakan sepeda motor. Sepeda motor dipilih karena dirasa fleksibel dan merakyat.
Semula dakwah yang demikian dilakukan di sekitar wilayah Sumatera dan Aceh. Tahun ini ke Kalimantan, Bali dan Jawa. Perjalanan tersebut diakuinya banyak memberi pengalaman yang mempertebal keimanannya.
Bapak lima anak ini mengkritisi bangunan Chengho yang ada di Semarang. Menurut penuturannya, Chengho adalah tokoh muslim. ’’Jadi kenapa di gedung Chengho Semarang tidak dilengkapi dengan musala. Mestinya harus ada, karena banyak warga tionghoa muslim yang berkunjung ke situ,’’ katanya.
Sumber : Suara Merdeka
Selanjutnya......
Menurutnya, saat ini banyak paham yang menyesatkan. Bahkan bentuk pelemahan agama itu dikemas secara apik melalui media massa seperti lewat film-film kartun di televisi.
Ia singgah ke masjid peninggalan walisongo karena kehujanan dalam perjalanan dari Kudus ke Semarang. Oleh takmir masjid dia diminta menyampaikan ceramah keagamaan seusai kuliah Subuh. Sebagian besar peserta pengajian adalah siswa MTs NU yang lokasinya bersebelahan dengan masjid bersejarah tersebut.
Ia menyampaikan perjalanan hidupnya hingga menjadi mualaf. Sejak tahun 1995, suami Nur Baeti ini yang bekerja sebagai penterjemah bahasa Jepang banyak membaca buku-buku sejarah. Perjalanan sejarah ternyata mengusik dirinya untuk tahu lebih banyak, termasuk soal sejarah sun go kong yang disebutkan guru tong san chong tahun 1618 masehi melakukan perjalanan ke arah barat mencari kitab suci.
Dari Mimpi
Sejarah ini dia cermati secara seksama. Ia pun berpikir kitab apa yang dicarinya, dan daerah manakah yang disebutkan barat itu. Jawaban baru ia temukan ketika mempelajari sejarah Islam, bahwa kitab suci Alquran diturunkan di Makah dan Madinah pada tahun 616 masehi hingga 630 masehi. ’’Jadi saya berpikir kemungkinan besar kitab yang dimaksudkan adalah Alquran,’’ ujarnya bercerita.
Apalagi dalam sebuah hadits disebutkan carilah ilmu walau ke negeri cina. Hadits itu menunjukkan ada sesuatu yang erat hubungannya antara Islam dan Cina. ’’Dan ternyata Imam Bughori itu berasal dari negeri Cina,’’ imbuh ketua Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PIDI) cabang Medan.
Masuknya ia ke Islam bermula dari mimpi. Dalam mimpinya, ia yang saat itu nonmuslim tiba-tiba berada di samping kakbah sedang thawaf. Tujuh kali memutari kakbah, pintu kakbah terbuka hingga mengantarkannya masuk ke dalam.
Di ruangan itu terdapat air mengalir yang mengguyur seluruh tubuhnya seakan membersihkan dari segala kotoran yang melekat. Kemudian datang dua pria dengan wajah bersinar yang dikenalkan sebagai nabi dan rasul. ’’Belum ada pembicaraan saya terbangun dari tidur. Beberapa hari setelah itu saya dan istri masuk Islam di masjid Mu’tadiin Medan.
Selain mengurai perjalanan hidupnya, ia menjelaskan tentang ajaran Islam dan tugas umat dalam menjalankan perintah agama yang rahmatan lil alamin. Baginya umat Islam adalah umat yang paling beruntung. Karena ia menganut agama yang akan memberi keselamatan. Saat ini, Islamlah satu-satunya agama yang konsisten memegang ke-Esa-an Tuhan.
Awi Chengho menuturkan, sejak tahun 2005 dirinya mulai melakukan perjalanan dakwah ke daerah-daerah dengan menggunakan sepeda motor. Sepeda motor dipilih karena dirasa fleksibel dan merakyat.
Semula dakwah yang demikian dilakukan di sekitar wilayah Sumatera dan Aceh. Tahun ini ke Kalimantan, Bali dan Jawa. Perjalanan tersebut diakuinya banyak memberi pengalaman yang mempertebal keimanannya.
Bapak lima anak ini mengkritisi bangunan Chengho yang ada di Semarang. Menurut penuturannya, Chengho adalah tokoh muslim. ’’Jadi kenapa di gedung Chengho Semarang tidak dilengkapi dengan musala. Mestinya harus ada, karena banyak warga tionghoa muslim yang berkunjung ke situ,’’ katanya.
Sumber : Suara Merdeka
Label:
kisah
Minggu, 05 Oktober 2008
Ramadhan telah berlalu
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laailahaillallahu Wallahu Akbar, Allahu Akbar Walillahilhamd. Alhamdulillahi rabbil 'alamiin. Allahumma sholli wasallim wabarik 'ala sayyidina Muhammad wa alihi wa shohbihi ajmaiin. Ya Allah ya Tuhan kami, terima kasih kami bersyukur atas segala karunia rahmat-Mu yg engkau limpahkan pada kami ya Rabb, sehingga selama satu bulan kami berpuasa telah engkau bebaskan kami untuk berfitri, satu hari engkau haramkan untuk kami berpuasa, karena betapa mulia hari yg berkumandang suara takbir, tahlil & tahmid.
1 Syawal mengawali kami menjalankan kembali aktivitas seperti biasa, Engkau uji kembali sampai dimana keimanan kami yg selama satu bulan telah Engkau berikan pelajaran menahan diri, akankah kami kembali ke hal-hal yg negative, ataukah kami akan seperti biasa2 saja tiada peningkatan dalam beribadah, ataukah syawal yg berarti peningkatan benar2 menjadi meningkat ibadah kita kepada-Mu ya Allah. Apapun yang engkau beri ya Rabb, kewajiban kami hanyalah beribadah UntukMu, KarenaMu, dan mencari RidhaMu.
Ramadhan memang telah berlalu, tetapi semangat ramadhan tidak boleh hlang dalam suasana serba baru ini, tentu yang terbaru bukanlah lahir kita, akan tetapi jiwa kita, dengan menuntaskan segala kewajiban dan sunnah seperti membayar zakat, infaq, shadaqah, maka jadikanlah ringan langkah kehidupan kami ya Rabb.
Akhirnya dengan selalu ingat mutiara kata Rasulullah bahwasanya, 'iid itu bukanlah pakaian yang serba baru, akan tetapi 'iid adalah ketaatan kepada Allah yang bertambah, maka mari kita jadikan event lebaran kali ini dengan memperbanyak amal sholeh, muhasabah diri kita, meneladani para alim, menjauhi keburukan ahlaq, mengobati luka2 saudara kita yang serba kekurangan, termasuk kurang pangan, sandang dan kurang ajar.
Dengan segala harapan tersebut barangkali kita yang belum bisa menyumbangkan karya kepada Agama, Dunia, Negeri tercinta Indonesia, maka secara hakekat kita telah menolong rumah-rumah kebajikan tersebut walau hanya sedikit. Biarpun sedikit asalkan dengan niat ikhlas dan syukur insyaAllah tergambar besar di hadapan Allah.
Selanjutnya......
1 Syawal mengawali kami menjalankan kembali aktivitas seperti biasa, Engkau uji kembali sampai dimana keimanan kami yg selama satu bulan telah Engkau berikan pelajaran menahan diri, akankah kami kembali ke hal-hal yg negative, ataukah kami akan seperti biasa2 saja tiada peningkatan dalam beribadah, ataukah syawal yg berarti peningkatan benar2 menjadi meningkat ibadah kita kepada-Mu ya Allah. Apapun yang engkau beri ya Rabb, kewajiban kami hanyalah beribadah UntukMu, KarenaMu, dan mencari RidhaMu.
Ramadhan memang telah berlalu, tetapi semangat ramadhan tidak boleh hlang dalam suasana serba baru ini, tentu yang terbaru bukanlah lahir kita, akan tetapi jiwa kita, dengan menuntaskan segala kewajiban dan sunnah seperti membayar zakat, infaq, shadaqah, maka jadikanlah ringan langkah kehidupan kami ya Rabb.
Akhirnya dengan selalu ingat mutiara kata Rasulullah bahwasanya, 'iid itu bukanlah pakaian yang serba baru, akan tetapi 'iid adalah ketaatan kepada Allah yang bertambah, maka mari kita jadikan event lebaran kali ini dengan memperbanyak amal sholeh, muhasabah diri kita, meneladani para alim, menjauhi keburukan ahlaq, mengobati luka2 saudara kita yang serba kekurangan, termasuk kurang pangan, sandang dan kurang ajar.
Dengan segala harapan tersebut barangkali kita yang belum bisa menyumbangkan karya kepada Agama, Dunia, Negeri tercinta Indonesia, maka secara hakekat kita telah menolong rumah-rumah kebajikan tersebut walau hanya sedikit. Biarpun sedikit asalkan dengan niat ikhlas dan syukur insyaAllah tergambar besar di hadapan Allah.
Label:
lebaran
Selasa, 23 September 2008
Ramadhan dan Derita Rakyat Palestina
Al-hamdulillah, segala puja dan puji bagi Allah yang telah memberikan kesempatan kepada kita untuk bertemu kembali dengan bulan yang mulia, bulan penuh berkah dan rahmat, bulan Ramadhan, Ramadhan 1429 H.
Malam hari melakukan qiyam ramadhan, siang hari berpuasa, menahan lapar dan haus, sehingga bibir kering, tenggorokan dahaga, badan terasa letih, lelah dan lemah.
Masjid lebih sering dikunjungi dibandingkan bulan-bulan lainnya, al-qur’an menjadi bacaan wajib setiap hari.
Tetapi…
Pernahkah kita mendengar dan memperhatikan kondisi kaum muslimin, umat nabi Muhammad saw di negeri para nabi, negeri Palestina, khususnya di Gaza pada bulan Ramadhan tahun ini?
Mungkin karena kesibukan, masalah Palestina menjadi sesuatu yang terlewatkan dalam memori kita, sehingga penderitaan rakyat Palestina menjadi penderitaan yang terus menghimpit kehidupannya, mereka menjadi merana dan sengsara di tengah kebahagian saudaranya di negeri lainnya.
Saat ini, ada dua penderitaan yang sedang dihadapi rakyat Palestina akibat penjajahan yang dilakukan Zionis Israel.
Pertama, penderitaan karena sulitnya mendapatkan kebutuhan pokok, makanan yang akan dikonsumsi, susu untuk bayi, serta sulitnya mendapatkan obat-obatan.
Sulitnya mendapatkan makanan, obat-obatan dan susu untuk bayi diakibatkan blokade yang diterapkan penjajah Zionis Israel sudah
berlangsung 2 tahun hingga saat ini.
Sungguh ini merupakan kejahatan kemanusiaan di abad modern yang dipertontonkan secara vulgar kepada masyarakat dunia, khususnya umat Islam.
Apabila blokade yang diberlakukan Zionis Israel terhadap wilayah Gaza terus diterapkan dan masyarakat dunia, khususnya umat Islam diam seribu bahasa, memeluk dengkul, bertopang dagu, tidak ada upaya untuk menolak blokade tersebut, maka tidak menutup kemungkinan akan terjadi tragedi kemanusiaan bagi 1, 5 juta penduduk Gaza.
Kedua, penderitaan karena tidak dapat mengekspresikan nilai-nilai keimanan dalam bentuk beribadah kepada Allah.
Seperti tahun-tahun yang lalu, kaum muslimin di Tepi Barat, khususnya di kota suci Al-Quds, yang berusia di bawah 45 tahun tidak diperkenankan Zionis Israel untuk beribadah di masjid al-Aqsha.
Setiap jama’ah yang akan masuk masjid al-Aqsha ditatap dengan tatapan yang sinis dan penuh curiga, digeladah, ditanya identitasnya, jika terbukti usianya di bawah 45 tahun, maka akan diusir, tidak boleh memasuki masjid yang merupakan kiblat umat Islam pertama.
Sehingga, tidak sedikit para pemuda yang ingin mendulang pahala di bulan Ramdhan, rindu terhadap masjid al-Aqsha dan ingin i’tikaf di dalamnya, hanya dapat melihat keindahan dan kemuliaan al-Aqsha dari jauh, dan pelaksanaan shalat hanya dapat dilakukan di luar kompleks masjid al-Aqsha.
Perbuatan zalim Zionis Israel yang melarang kaum muslimin berkunjung ke masjid al-Aqsha, shalat dan i’tikaf di dalamnya, jelas merupakan kezaliman dan harus segera dihentikan!
Ingatlah, kutukan Allah (ditimpakan) atas orang-orang yang zalim. (yaitu) orang-orang yang menghalangi (manusia) dari jalan Allah dan menghendaki (supaya) jalan itu bengkok. Dan mereka itulah orang-orang yang tidak percaya akan adanya hari akhirat.(QS: Huud/11: 18-19).
Orang-orang yang kafir dan menghalangi (manusia) dari jalan Allah, Kami tambahkan kepada mereka siksaan di atas siksaan disebabkan mereka selalu berbuat kerusakan.(QS: An Nahl/ 16:88).
Perbuatan melarang seseorang atau sekelompok orang untuk beribadah menurut keyakinan agamanya di tempat ibadahnya adalah perbuatan yang jelas-jelas melanggar Hak Asasi Manusia (HAM), tetapi kenapa Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) diam?, mereka yang selalu berkoar-koar sebagai pendekar HAM juga diam? Inilah standar ganda yang mereka mainkan!
Rakyat di Jalur Gaza yang akan melaksanakan umroh di bulan Ramadhan tahun ini juga dipersulit, sebanyak 2.200 orang telah mengajukan permohonan umrah Ramadhan ke tanah suci Mekah dan ingin i’tikaf
di masjid al-Haram. Namun hanya 600 orang yang berangkat dengan bekal pasport, visa dan tiket kendaraan. Selebihnya masih berjuang agar tercapai cita-citanya beribadah di Baitullah.
Kenapa umat Islam tidak berupaya membantu, menolong saudaranya yang sedang susah dan sengsara di Palestina khususnya di Gaza? Bukankah mereka umat nabi Muhammad saw?
Bulan Ramadhan adalah bulan tarbiyah, bulan pembinaan, pada bulan ini kita dilatih untuk peduli terhadap mereka yang sedang kesusahan, dan kita disuruh untuk meringankan bebannya. Semoga amal ibadah kita pada Ramadhan tahun ini lebih baik dari Ramadhan tahun yang lalu.
Serdadu Zionis Israel tiada henti melakukan aksi bersenjata terhadap rakyat Palestian. Meskipun sudah sepakat melakukan gencatan senjata. Nyatanya Israel terus melakukan operasi militer di wilayah Palestina.
Seperti di Gaza dan Tepi Barat. Di tengah bulan ramadhan ini pun tentara penjajah Zionis Israel melakukan operasi militer. Sehingga mengakibatkan jatuhnya korban rakyat sipil. Langkah ini menunjukkan betapa biadabnya penjajah, yang terus membuat langkah-langkah yang amat berbahaya bagi keamanan rakyat Palestina.
Kini, Israel akan dipimpin seorang perempuan yang mantan anggota badan intelejen Israel Mossad, Tzipi Livni. Livni terpilih menjadi ketua Partai Kadima, yang didirikan oleh Ariel Sharon, yang sudah tiga tahun ini mengalami koma.
Bagaimana kebijakan Livni terhadap rakyat Palestina? Israel tak pernah memberikan kesempatan bagi rakyat Palestina merdeka. Karena mereka ingin tetap menjajah secara permanen. Berbagai langkah-langkah negosiasi yang dilakukan sejak dulu sampai hari tak menghasilkan apa-apa. Sudah berapa ratus kali perundingan. Tak satupun hasil yang memberikan arah bagi kemerdekaan bangsa Palestina. Semuanya hanyalah bersifat ‘diplomasi’ kosong, yang tak memberikan apa-apa bagi masa depan rakyat Palestina.
Kini, posisi rakyat Palestina tidak lagi seperti dulu. Mereka sudah lebih kuat. Mereka memiliki leverage (daya tawar), yang cukup kuat dalam menghadapi Israel. Mereka bisa membuat senjata sendiri. Mereka memiliki pasukan yang terlatih. Mereka memiliki pemerintahan di Gaza yang efektif. Tak tergantung dengan bantuan asing. Ismail Haniyah berhasil mengatasi situasi yang sangat rumit dan komplek. Sehingga, Israel tidak berani melakukan manuver yang membahayakan bagi masa depan rakyat Palestina. Impian tentang ‘Israel Raya’ sudah tamat. Tak ada lagi ambisi yang dapat memuaskan Israel, yang akan membawa negeri Zionis itu menjadi kekuatan di Timur Tengah. Hal itu seperti dikemukakan Perdana Menteri Olmert. “Impian Israel Raya itu sudah tidak ada lagi”, ujar Olmert. Inilah realitas baru di Timur Tengah. Khususnya di Palestina.
Jangan lupakan saudara kita di Palestina walaupun hanya dengan seuntai do’a!
Ferry Nur, Sekjen KISPA
Email: ferryn2006@yahoo.co.id
Website: www.kispa.org
Infaq Peduli Al-Aqsha: Bank Muamalat Indonesia (BMI) Cabang Slipi,
No. Rek: 311.01856.22 an. Nurdin QQ. KISPA
Sumber : Saudaraku
Selanjutnya......
Malam hari melakukan qiyam ramadhan, siang hari berpuasa, menahan lapar dan haus, sehingga bibir kering, tenggorokan dahaga, badan terasa letih, lelah dan lemah.
Masjid lebih sering dikunjungi dibandingkan bulan-bulan lainnya, al-qur’an menjadi bacaan wajib setiap hari.
Tetapi…
Pernahkah kita mendengar dan memperhatikan kondisi kaum muslimin, umat nabi Muhammad saw di negeri para nabi, negeri Palestina, khususnya di Gaza pada bulan Ramadhan tahun ini?
Mungkin karena kesibukan, masalah Palestina menjadi sesuatu yang terlewatkan dalam memori kita, sehingga penderitaan rakyat Palestina menjadi penderitaan yang terus menghimpit kehidupannya, mereka menjadi merana dan sengsara di tengah kebahagian saudaranya di negeri lainnya.
Saat ini, ada dua penderitaan yang sedang dihadapi rakyat Palestina akibat penjajahan yang dilakukan Zionis Israel.
Pertama, penderitaan karena sulitnya mendapatkan kebutuhan pokok, makanan yang akan dikonsumsi, susu untuk bayi, serta sulitnya mendapatkan obat-obatan.
Sulitnya mendapatkan makanan, obat-obatan dan susu untuk bayi diakibatkan blokade yang diterapkan penjajah Zionis Israel sudah
berlangsung 2 tahun hingga saat ini.
Sungguh ini merupakan kejahatan kemanusiaan di abad modern yang dipertontonkan secara vulgar kepada masyarakat dunia, khususnya umat Islam.
Apabila blokade yang diberlakukan Zionis Israel terhadap wilayah Gaza terus diterapkan dan masyarakat dunia, khususnya umat Islam diam seribu bahasa, memeluk dengkul, bertopang dagu, tidak ada upaya untuk menolak blokade tersebut, maka tidak menutup kemungkinan akan terjadi tragedi kemanusiaan bagi 1, 5 juta penduduk Gaza.
Kedua, penderitaan karena tidak dapat mengekspresikan nilai-nilai keimanan dalam bentuk beribadah kepada Allah.
Seperti tahun-tahun yang lalu, kaum muslimin di Tepi Barat, khususnya di kota suci Al-Quds, yang berusia di bawah 45 tahun tidak diperkenankan Zionis Israel untuk beribadah di masjid al-Aqsha.
Setiap jama’ah yang akan masuk masjid al-Aqsha ditatap dengan tatapan yang sinis dan penuh curiga, digeladah, ditanya identitasnya, jika terbukti usianya di bawah 45 tahun, maka akan diusir, tidak boleh memasuki masjid yang merupakan kiblat umat Islam pertama.
Sehingga, tidak sedikit para pemuda yang ingin mendulang pahala di bulan Ramdhan, rindu terhadap masjid al-Aqsha dan ingin i’tikaf di dalamnya, hanya dapat melihat keindahan dan kemuliaan al-Aqsha dari jauh, dan pelaksanaan shalat hanya dapat dilakukan di luar kompleks masjid al-Aqsha.
Perbuatan zalim Zionis Israel yang melarang kaum muslimin berkunjung ke masjid al-Aqsha, shalat dan i’tikaf di dalamnya, jelas merupakan kezaliman dan harus segera dihentikan!
Ingatlah, kutukan Allah (ditimpakan) atas orang-orang yang zalim. (yaitu) orang-orang yang menghalangi (manusia) dari jalan Allah dan menghendaki (supaya) jalan itu bengkok. Dan mereka itulah orang-orang yang tidak percaya akan adanya hari akhirat.(QS: Huud/11: 18-19).
Orang-orang yang kafir dan menghalangi (manusia) dari jalan Allah, Kami tambahkan kepada mereka siksaan di atas siksaan disebabkan mereka selalu berbuat kerusakan.(QS: An Nahl/ 16:88).
Perbuatan melarang seseorang atau sekelompok orang untuk beribadah menurut keyakinan agamanya di tempat ibadahnya adalah perbuatan yang jelas-jelas melanggar Hak Asasi Manusia (HAM), tetapi kenapa Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) diam?, mereka yang selalu berkoar-koar sebagai pendekar HAM juga diam? Inilah standar ganda yang mereka mainkan!
Rakyat di Jalur Gaza yang akan melaksanakan umroh di bulan Ramadhan tahun ini juga dipersulit, sebanyak 2.200 orang telah mengajukan permohonan umrah Ramadhan ke tanah suci Mekah dan ingin i’tikaf
di masjid al-Haram. Namun hanya 600 orang yang berangkat dengan bekal pasport, visa dan tiket kendaraan. Selebihnya masih berjuang agar tercapai cita-citanya beribadah di Baitullah.
Kenapa umat Islam tidak berupaya membantu, menolong saudaranya yang sedang susah dan sengsara di Palestina khususnya di Gaza? Bukankah mereka umat nabi Muhammad saw?
Bulan Ramadhan adalah bulan tarbiyah, bulan pembinaan, pada bulan ini kita dilatih untuk peduli terhadap mereka yang sedang kesusahan, dan kita disuruh untuk meringankan bebannya. Semoga amal ibadah kita pada Ramadhan tahun ini lebih baik dari Ramadhan tahun yang lalu.
Serdadu Zionis Israel tiada henti melakukan aksi bersenjata terhadap rakyat Palestian. Meskipun sudah sepakat melakukan gencatan senjata. Nyatanya Israel terus melakukan operasi militer di wilayah Palestina.
Seperti di Gaza dan Tepi Barat. Di tengah bulan ramadhan ini pun tentara penjajah Zionis Israel melakukan operasi militer. Sehingga mengakibatkan jatuhnya korban rakyat sipil. Langkah ini menunjukkan betapa biadabnya penjajah, yang terus membuat langkah-langkah yang amat berbahaya bagi keamanan rakyat Palestina.
Kini, Israel akan dipimpin seorang perempuan yang mantan anggota badan intelejen Israel Mossad, Tzipi Livni. Livni terpilih menjadi ketua Partai Kadima, yang didirikan oleh Ariel Sharon, yang sudah tiga tahun ini mengalami koma.
Bagaimana kebijakan Livni terhadap rakyat Palestina? Israel tak pernah memberikan kesempatan bagi rakyat Palestina merdeka. Karena mereka ingin tetap menjajah secara permanen. Berbagai langkah-langkah negosiasi yang dilakukan sejak dulu sampai hari tak menghasilkan apa-apa. Sudah berapa ratus kali perundingan. Tak satupun hasil yang memberikan arah bagi kemerdekaan bangsa Palestina. Semuanya hanyalah bersifat ‘diplomasi’ kosong, yang tak memberikan apa-apa bagi masa depan rakyat Palestina.
Kini, posisi rakyat Palestina tidak lagi seperti dulu. Mereka sudah lebih kuat. Mereka memiliki leverage (daya tawar), yang cukup kuat dalam menghadapi Israel. Mereka bisa membuat senjata sendiri. Mereka memiliki pasukan yang terlatih. Mereka memiliki pemerintahan di Gaza yang efektif. Tak tergantung dengan bantuan asing. Ismail Haniyah berhasil mengatasi situasi yang sangat rumit dan komplek. Sehingga, Israel tidak berani melakukan manuver yang membahayakan bagi masa depan rakyat Palestina. Impian tentang ‘Israel Raya’ sudah tamat. Tak ada lagi ambisi yang dapat memuaskan Israel, yang akan membawa negeri Zionis itu menjadi kekuatan di Timur Tengah. Hal itu seperti dikemukakan Perdana Menteri Olmert. “Impian Israel Raya itu sudah tidak ada lagi”, ujar Olmert. Inilah realitas baru di Timur Tengah. Khususnya di Palestina.
Jangan lupakan saudara kita di Palestina walaupun hanya dengan seuntai do’a!
Ferry Nur, Sekjen KISPA
Email: ferryn2006@yahoo.co.id
Website: www.kispa.org
Infaq Peduli Al-Aqsha: Bank Muamalat Indonesia (BMI) Cabang Slipi,
No. Rek: 311.01856.22 an. Nurdin QQ. KISPA
Sumber : Saudaraku
Langgan:
Entri (Atom)




